Selasa, 22 November 2011

Ozie pindah ke RSCM.

Arief Nugraha
  • Om Ozie sudah dipindah ke RSCM di Gedung A, lantai 5, kamar 506,
    jam besuknya:
    Senin - Jumat
    17:00 s/d 18:30
    Sabtu - Minggu
    11:00 s/d 12:30
    17:00 s/d 18:30

Senin, 21 November 2011

Resepsi nikah Yan & Ayu

Ozie dirawat di RS Abdi Mulia.










16 Nov 2011, walimah Yan & Ayu.

Menjenguk Ida dan Tia.




Tgl 16 November 2011 sepulang dari walimah Yan anak mang Eeng, kami ber 5 (Abah Enin Wiena Ibu dan bi Huna) dari kelurahan Jati Pulogadung singgah ke rumah Ida yang ada disana bersama Tia. Ida tampak sehat dan tegar meski sesekali berurai airmata. Ida banyak berceritera saat2 terakhir Uud. Selepas 'Ashar Ibu, bi Huna pulang bersama Wiena. Sementara Abah dan Enin menunggu jemputan Mus lalu pulang sekitra jam 17.

12 Nov 2011, Walimah Ropy & Afif.

Pemakaman Uud.

Besoknya jenazah diberangkatkan dari rumah duka, untuk dimakamkan tumpang ke makam Apa Rais Willadirana dan Mimih Srikanti di TPU Karet Bivak.  Jenazah dishalatkan 2 kali. Pertama dirumah duka kemudia atas permintaan pengurus masjid yang Uud menjadi pengurus sebagai wakil ketua Uud dishalat sekali lagi. Setelah itu langsung diantarkan menuju ke TPU Karet Bivak.

Malamnya abah dan Enin menginap semalam dirumah duka. Lalu dihari ke 3, kami semua keluarga besar Rais Willadirana  berkumpul dirumah duka.

Uud wafat.

Tgl 21 Oktober 2011 jam 7 pagi kami bertiga pamitan ke neng Neni dan keluarga buat menuju Jl Naripan 23 buat perbaikan AC di PT Masayu. Sekira jam 07.20 dengan dituntun Atep mobil sudah masuk bengkel dengan nomer pelayanan 4. Sambil menunggu rincian perbaikan, kami mencari makanan di satu warung makan ditepi Jl Naripan. Sekira jam 9 masuk sms dari Ozie mengabarkan klo Uud masuk rumah sakit lagi. Padahal hari Kemis kemarinnya sekira jam 10 Uud menelepon dengan nada suara yang bersemangat. Nyenyak tidur enak makan masih ikutin program fisioterapi menggunakan ban berjalan di RSJN Harapan Kita. Katanya nelepon dari rumah. Jaringan smart agaknya tengah terganggu sehingga tak bisa kirim sms maupun call ke Ozie. Padahal tadi pagi dari Antapani bisa. Diperkirakanh perbaikan selesai di jam 16, makanya Atep lalu pulang mengambilo mobil lalu membawa abah dan enin buat beristirahat dirumahnya. Iya sih kepingin Jumatan di Masjid Raya Bandung, tapi kata Atep susah parkirnya. Klo gitu biarlah nanti Jumatan di masjid Cimenyan saja.

Bahna cape semalaman membawa mobil dari Bogor ke Bandung mana nyasar ke Cileunyi di jam 23, udahan karena hawa panas abah kurang tidur di Antapani di jam 24. Akhir leleson abah di rumah neng Dewi menjadi ketiduran smp jam 14. Lantas bangun, lalu Dhuhur kemudian kembali ke bengkel yang katanya sudah selesai.
Dari bengkel kami bertiga lalu menuju Masjid Raya Bandung buat 'Ashar, seraya mengisi perut dengan makan mie kocok dan minum teh es tebu. Lalu Mus membawa mobil menuju Bogor melalui Cipularang buat hindari macet. Sesampai di Bekasi ada terpikir buat langsung besuk Uud, tapi dengan pertimbangan Mus sudah cape pikiran akan besuk besok pagi aja. Di Jagorawi menjelang ramp Citeureup masuk sms Ozie, "Kata Iis kak Uud gawat. Harap maklum." Abah call Ozie lalu terdengar nada tangis, "Ya Allah, Maaan ..." hub terputus. Lalu abah minta Mus buat mutar di ramp Citeureup lalu segera menuju RSJN Harapan Kita. Lalu call Aip dan menceriterakan keadaan. Dalam perjalanan di Slipi Ozie sempat call dalam nada tangis, "Ya Allah, Maaan."

Akhirnya abah sampai ke kamar 8206 tempat Uud dirawat dan tampak terlentang tengah dibantu dengan bantal pernapasan. Tengah dada tampak biru kemerahan bekas defibrilasi. Monitor jantung tampak kerucut tak beraturan lalu sesekali garis dengan elevasi2 kecil nyaris rata. Lalu di jam RS 21.10 atau jam 21.18 waktu hp abah, Uud tampak menghembuskan nafas terakhir yang semenit kemudian diikuti hembusan napas kecil. Dokter RS menyatakan Uud wafat di jam 21. Sedangkan Ida merasa Uud sudah tiada di jam 20, sesaat menyelesaikan makan malamnya. Innalillahi wa innailahi raji'un. Segera jenazah Uud diselesaikan oleh personil RS buat persiapan dibawa pulang. Semenit kemudian Aip datang bersama Wiena dan Gaby yang menunggu di parkiran kendaraan. 3 menit kemudian tampak Didi datang. Toto dan Titi langsung menuju rumah duka.

Rabu, 26 Oktober 2011

Ke Bandung.


Hari Jum'at pagi 07.15 setelah memasukkan Vios ke bengkel aircond PT Masayu di Jl Naripan 34 Bandung. Selepas jam 9 masuk sms dari adik ke 5 Ozie mengabarkan kalau adik ke 3 Uud kembali dirawat di RSJN Harapan Kita kamar 8206. Iya sih sejak mau berangkat dari Sentul City Bogor kemarin bakdal 'Asyar juga jiwaku serasa gak plong. Tiba2 aku merasa ngantuk berat. Tapi mengingat Gaby ada ada kendaraan lain buat kesekolah, maka aku kudu ke Bandung buat betulin AC yang sudah 4 hari tiba2 gak dingin. Setelah 15 tahun gak nyupir ke Bandung, terakhir 1996 bawa Super Carry baru kali ini aku bawa Vios ke Bandung. Perjalanan dilakukan bersama Enin dengan navigator Mustopa yang biasa menyupiri Gaby kesekolah. Hehe kayaknya pada melang klo abah cuma jalan berdua Enin. Singkat ceritera setelah nyasar ke Cileunyi lalu putar balik ke Antapani melalui Cibiru dan Sukarno Hatta. Baru pada jam 23.30 kami sampai ke kediaman Neni Andriani di Jl. Malangbong V, Antapani, Bandung.

Ingat akan Uud sakit, semalaman Jum'at itu aku nyaris gak tidur. Mana hawa Bandung lagi panas.

Jumat, 29 April 2011

Gaby Singapur, Enin Serang.

Hari ini Jum'at 29 April 2011 pagi2 buta kami semua dah siap2 mo berangkat ngantar Gaby dan Aip ke bandara Soeta buat terbang ke Singapur nyusul neng Wiena yang udah berangkat 3 hari duluan. Selepas Shubuh sambil nyarap nasi goreng temenin Gaby mirsa CN, menunggu Aip di kamar mandi. Kayaknya semalam kurang tidur makanya leher terasa kaku juga kepala pening, mana perut serasa kebelet tapi dari pengalaman dah kebayang bakal lama nongkrong di sitting-room. Makanya takut bakal menjadi gangguan diperjalanan abah memutuskan untuk tak jadi ikut, lebih baik beres2 diri siap2 buat Jumatan di masjid Sentul Al-Munawaroh saja.

Tadinya sih selepas mengantar Aip dan Gaby, abah bersama Enin dan Etih diantar Mustopa mau ke Serang buat menengok kondisi rumah di Ciracas Indah Blok Jl Pangeran Adikara blok A-203 yang sudah lebih dari 5 tahun tak sempat ditengok dan dibiarkan kosong melompong. Pasalnya sebelumnya rumah itu dikontrakkan tapi lantas ditinggalkan tanpa berita begitu saja sehingga listrik dicabut dan belum sempat diselesaikan dengan PLN. Terhadap lahan kosong itu, tadinya oleh ketua RW setempat mau dimanfaatkan buat usaha pabrik roti dengan sewa 500ribu setahun. Kontak via telepon sekali2nya itu belum abah putuskan gimana2nya.
Tadinya juga mo sekalian ke lokasi Banten Lama buat pemotretan obyek2 wisata agamis buat mengisi blog2 terkait abah. Tapi rupanya belum saatnya abah sowan ke karuhun Serang Banten tuh.
Maybe next time better, Insyallah.

Kamis, 23 September 2010

Sabtu, 28 November 2009

Ke Sentul

Setelah meninggalkan uang 100ribu buat Ade yang lagi mengantar si Aa ke arena parkir mobil Pinangsia, kami (abah Enin Gaby Ating dengan disupiri neng yang mengendarai Levina berangkat dari k56 menuju ke Sentul. Tadinya sih Gaby rewel karena butuh ruang untuk tidur2an yang terisi oleh kehadiran Enin di jok penumpang, makanya abah berinisiatif buat ikut ke mobil Vios si Aa aja. Tapi ternyata susah banged buat dihubungi. Bahkan juga menunggu di ramp menjelang pintu masuk ke tol di dekat areal Pinangsia. Kami lalu berjalan lagi memasuki jalan tol. Tiba2 hp neng dipanggil, ternyata si Aa yang sudah memasuki jalan tol menuju dalam kota Jakarta kearah Tomang. Disaat kita lagi memasuki ramp Serpong buat mengarah ke kawasan BSD...